Tanjung Seloka, Kotabaru — Pada Jumat, 21 November 2025 pukul 09.00 WITA, tiga satuan pendidikan madrasah di wilayah Tanjung Seloka mengikuti kegiatan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam. Kegiatan berlangsung di MTs Raudhatul Ulum sebagai tuan rumah, dengan peserta dari MIN 2 Kotabaru dan MAS Darul Muta’allimin.
Sebelum sesi inti dimulai, dilakukan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) terhadap Pak Lukman, Kepala MTs Raudhatul Ulum, oleh Hj. Nurhafizah, S.Ag., M.M., selaku Pengawas Madrasah. Penilaian ini merupakan bagian dari evaluasi rutin untuk memastikan pelaksanaan tugas kepala madrasah sesuai standar mutu.
Materi utama sosialisasi mengacu pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1503 Tahun 2025, yang merupakan revisi dari KMA Nomor 450 Tahun 2024. Regulasi ini menetapkan arah baru kurikulum madrasah dengan dua pendekatan utama: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Pengawas menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta berlandaskan lima nilai utama: cinta kepada Tuhan, cinta kepada Rasul, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada bangsa. Nilai-nilai ini diharapkan terintegrasi dalam modul ajar, RPP, dan praktik pembelajaran di kelas.
Guru diminta untuk menyisipkan nilai cinta dalam setiap mata pelajaran. Contohnya, pelajaran matematika dapat dikaitkan dengan ayat tentang zakat, sementara literasi dalam Bahasa Indonesia dapat dihubungkan dengan nilai-nilai keagamaan. Metode pembelajaran juga perlu disesuaikan, seperti penggunaan tutor sebaya, diskusi kelompok, dan media visual.
Diskusi juga mencakup pembinaan siswa, termasuk penanganan kasus pelanggaran di luar kelas. Pengawas menekankan pentingnya pendekatan berbasis kasih sayang dan koordinasi antara guru, wali kelas, BK, dan kepala madrasah. Orang tua juga diajak berkomitmen dalam pembiasaan ibadah seperti salat duha agar nilai-nilai religius terbentuk secara konsisten di rumah dan sekolah.
Selain itu, peserta menanyakan tentang mata pelajaran baru seperti Artificial Intelligence (AI) yang mulai dikenalkan di kelas VI MI. Pengawas menyampaikan bahwa AI masih dalam tahap awal dan akan dikembangkan secara bertahap. Asesmen semester dijadwalkan berlangsung pada Desember, dengan jeda yang cukup untuk remedial dan praktik.
Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta: 18 dari MTs Raudhatul Ulum, 16 dari MIN 2 Kotabaru, dan 8 dari MAS Darul Muta’allimin. Seluruh nama peserta tercatat dalam dokumentasi resmi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat arah pendidikan madrasah yang lebih relevan, reflektif, dan berbasis nilai.
